Berbagi Nasi Pontianak

Salam Kenyang! Begitulah jargon yang sering diucapkan ketika briefing terakhir dilaksanakan menjelang tengah malam. Sebagian pejuang banyak yang sudah pulang saat beberapa pejuang lain memilih untuk bertahan sambil mendengarkan beberapa evaluasi dan sedikit motivasi dari Jendral yang memimpin malam itu. Begitulah rutinitas sebuah gerakan unik yang kami geluti ketika malam mulai menggantikan siang setiap hari Jum’at. Sengaja kami menggunakan istilah-istilah militer disini, niatnya agar semuanya menjadi lebih semangat dan seperti berada di medan perang sesungguhnya. Bedanya mungkin kami tidak menawarkan penderitaan kepada target operasi kami, melainkan kebahagiaan yang ingin kami bagikan. Dengan amunisi berupa sebungkus nasi, kami bercita-cita mengubah Indonesia menjadi lebih peduli, senang berbagi, dan bersama memberi arti. Perkenalkan, kami adalah Gerakan Berbaginasi.

Berbaginasi adalah sebuah gerakan yang muncul di Bandung untuk petama kali pada pertengahan tahun 2012. Ialah dua orang ganteng dan kurang kerjaan; Danang dan Azhar, yang memulai semunya dengan iseng-iseng mengumpulkan uang dan membeli beberapa bungkus nasi kemudian membagikannya kepada homeless dan pekerja malam (yang tidak berdandan). Ide gila mulai muncul untuk mengajak teman lebih banyak lagi kemudian membagikannya di media sosial. Kemudian dibelilah domain berbaginasi.com dan dibuat juga akun twitter @berbaginasiID. Ternyata di Bandung juga ada gerakan serupa yang digagas oleh magician Abu Marlo dengan konsep yang sama yaitu Menabung (membagikan nasi bungkus). Bertemulah mereka dan sepakat untuk meleburnya menjadi satu. Nusantara menyambut baik gerakan ini dengan munculnya gerakan serupa di kota-kota lain seperti Jakarta, Makassar, Jogja, Pekanbaru, Medan, Batam, Tasikmalaya, Serang, dan masih banyak lagi. Terhitung ada lebih dari 50 kota yang sudah ambil bagian dari aksi yang sangat sederhana tapi berdampak luar biasa.

Berbaginasi adalah gerakan yang fokus utamanya adalah membagi-bagikan nasi bungkus kepada para target (seperti yang disebutkan di atas) pada malam hari. Mengapa malam hari? Karena secara tidak langsung kami mensortir pengemis professional yang katanya sudah hidup berkecukupan. Selain itu pemilihan malam karena kami seperti batman; kaya (mainset), kurang kerjaan, dan suka kegelapan (bedanya kami gak pakai topeng. Hahaha). Mengapa sedekahnya nasi? Karena kami beranggapan semua kehidupan itu berasal dari perut. Manusia rela menghabiskan waktunya untuk mencari makan dan manusia rela melakukan apa saja dengan alasan mencari makan. Karena makanan pokok orang Indonesia adalah nasi. 


Di Pontianak sendiri, Gerakan ini ditemukan oleh Andy Kurniawan yang saat itu tidak sengaja membuka sebuah thread di Kaskus atas rekomendasi temannya. Ketika dipelajari dan ditelaah lagi, gerakan ini relatif sangat mudah untuk dilakukan. Bermodal sharing ke beberapa teman dekat, akhirnya mereka mulai melakukan aksi serupa membagikan nasi bungkus pada pertengahan Januari 2013. Setelah beberapa kali melakukan aksi, Andy kemudian memberanikan diri mengukuhkan gerakan ini lewat di bentuknya akun twitter @Berbaginasi_PTK pada 11 Februari 2013. Tanggal itu kemudian dijadikan tanggal keramat yang akan di ulang setiap tahunnya lewat event “Nasiversary”. Dan aksi pertama yang dilakukan Andy dan kawan-kawan di bawah bendera Berbaginasi Pontianak adalah pada tanggal 14 Februari 2013, serentak di hampir seluruh kota yang sudah bergabung dengan Berbaginasi lewat event nasional “Hari Nasi Sayang”. Saat itu hanya ada 8 pejuang yang hadir dengan amunisi berupa nasi 40 bungkus.


Ditahun pertama gerakan Berbaginasi Pontianak sangatlah sulit. Tidak strukturalnya gerakan ini mengakibatkan aksi yang dilakukan pejuang mulai tidak konsisten. Akibatnya gerakan ini sempat vakum beberapa bulan. Andy yang saat itu statusnya hanya sebagai kordinator aksi kemudian mulai mencari cara untuk me-restart ulang gerakan ini. Dia mulai menghubungi beberapa teman lagi dan lebih banyak sharing dilakukan untuk mengundang lebih banyak pejuang yang mau ikut bergabung. Beberapa orang yang bertahan terus mencari cara bagaimana caranya gerakan ini tetap ada. Terutama dengan jumlah amunisi yang semakin berkurang saja setiap minggunya. Setelah sekian lama bertahan, akhirnya sampai juga pada ulang tahun pertama gerakan ini. Syukuran Nas1versary kemudian dilaksanakan di sebuah panti asuhan.

Pejuang dengan wajah baru mulai berdatangan di tahun kedua. Re-generasi mulai berhasil dilakukan dan kegiatan menabung mulai rutin dilakukan setiap minggu. Diangkatlah Andy Kurniawan untuk menjadi Jendral dalam gerakan ini dengan masa kepimpinan 1 tahun. Gerakan ini mulai struktural dan semua pejuang berkomitmen menjadikan kegiatan ini harus tetap ada bagaimanapun caranya. Pernah suatu malam, pejuang hanya ada 3 orang dengan amunisi 40 nasi bungkus. Seberapapun pejuang dan jumlah amunisi tetap harus turun. Termasuk dengan cuaca ekstrim saat hujan turun dengan deras-derasnya. Tapi disitulah cerita-cerita menarik bermunculan dari mulut pejuang dan membuat mereka terus ingin dating setiap minggunya.

Semesta menjawab di tahun ketiga. Pejuang dengan wajah baru mulai bermunculan. Entah darimana datangnya mereka, dengan berbagai profesi dan alasan untuk bergabung dengan gerakan ini. Terpilihnya Teguh menjadi jendral baru di Berbaginasi Pontianak kemudian membawa perubahan pada system dan struktur kepemimpinan. Dengan jumlah pejuang dan amunisi yang terus meledak setiap minggunya menjadikan gerakan ini harus mempunyai system yang berkembang dan terus di update. Rekor demi rekor terus dipecahkan. Pernah suatu malam beberapa minggu yang lalu, Malam itu dihangatkan oleh hampir 90 pejuang dan lebih dari 350 nasi bungkus. Rekor yang sampai sekarang masih bertahan. Bergabungnya beberapa pejuang dengan basic kesehatan juga memuculkan berbagi pengobatan kepada para target. Sebuah mimpi yang baru bisa terwujud pada tahun ketiga sejak saat gerakan ini dibuat. Beberapa pejuang juga membuat warna tersendiri dari gerakan yang awalnya hanya sebatas komunitas social biasa. Sekarang, lebih dari 50 pejuang aktif sudah merasa seperti keluarga seutuhnya. Diluar kegiatan berbaginasi sendiri, kami masih sering kumpul bersama sebagai teman, sahabat, bahkan keluarga besar yang baru. Itulah kunci mengapa sampai saat ini selalu saja ada pejuang baru setiap minggunya. Giving for Living, Living for Giving.

Kebaikan adalah bahasa yang bisa dilihat oleh orang buta dan didengar oleh orang tuli.

Terima Nasi.

Kontak :

Website : www.berbaginasi.com

FB : facebook.com/berbaginasiptk

Twitter : twitter.com/Berbaginasi_PTK

HP : Dian 089647407660 / Teguh 089693609626 / Wawan 089694115521

Sumber : http://pontinesia.com/komunitas/berbagi-nasi-pontianak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *